Kasus terbaru di Universitas Sydney ditemukan pada Senin pagi lalu, seperti diberitakan The Guardian, Rabu (24/2). Mahasiswa Muslim yang masuk ke mushola itu kaget saat mendapati lemari di dalamnya sudah berantakan dan dirusak, sampah-sampah juga dibuang ke dalamnya, seperti dipaparkan oleh koran kampus Honi Soit.
Menurut polisi, pelaku masuk dengan bebas ke mushola itu karena tidak pernah dikunci. Polisi juga menyelidiki kamera pengawas di kampus tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mushola itu telah dirusak lima kali sejak 11 Desember lalu.
Dua bulan lalu, kasus Islamofobia juga terjadi di Universitas Perth. Saat itu kepala babi ditemukan di toilet dekat mushola kampus tersebut.
Hal serupa juga dialami oleh Masjid Ibrahim Islamic di Perth. November tahun 2014, kepala, perut dan usus babi dilempar ke masjid itu.
Sepekan sebelumnya Masjid Ar-Rukun di Rockhingham disiram dengan cat putih di pintu depannya. Warga Muslim di daerah itu mengatakan, jendela masjid itu sebelumnya dirusak.
Berbagai insiden di kampus Australia disinyalir akan mengancam reputasi institusi pendidikan tersebut.
"Kebanyakan kampus ini mengandalkan mahasiswa internasional dari luar negeri dan kebanyakan datang dari Arab dan negara Muslim lainnya," kata Ahmed Abouzaid, ketua lembaga Islamophobia Watch.
"Jika kampus dikenal tidak bisa melindungi mahasiswa yang berkeyakinan lain, atau tidak bisa memberikan mereka tempat ibadah, hal ini bisa memberi dampak negatif bagi citra kampus," lanjut dia. (den)