Seperti diberitakan Xinhua pekan ini, lebih dari 30 pencurian mayat terjadi di kota Hongtong, Shanxi, dalam tiga tahun terakhir, seperti disampaikan oleh Lin Xu, wakil direktur departemen kepolisian setempat.
Dalam ritual pernikahan hantu, mayat wanita yang sudah tinggal tengkorak didirikan dengan kawat besi dan dikenakan pakaian. Mayat itu lalu ditidurkan di samping mayat pria lajang sebagai "pengantin wanita."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun warga perdesaan di China yang kental dengan tradisi dan budaya leluhur masih memegang teguh ritual ini.
Biasanya mayat wanita diganti oleh boneka kertas atau adonan. Namun seiring meningkatnya kekayaan masyarakat, warga rela membeli mayat untuk mendampingi jasad keluarga mereka.
Menurut Chang Sixin, wakil direktur Asosiasi Dongeng Literatur dan Seni China, bahkan ada biro jodoh dan perusahaan yang menyediakan mayat wanita.
Pencurian mayat ini adalah pelanggaran hukum di China yang bisa membuat pelakunya divonis penjara tiga tahun. Namun kejahatan ini tidak mudah diselidiki karena sulit menemukan bukti.
Kejahatan ini membuat warga desa panik. Di desa Shengou, kini warga mulai mengubur keluarga mereka dekat rumah, padahal biasanya di atas gunung. Beberapa warga kaya bahkan menyewa orang untuk menjaga kuburan keluarga mereka. (den)