"Kami dalam misi pencarian di sini untuk menemukan tubuh semua korban. Kami sudah menemukan 19 jasad sejauh ini dan beberapa potongan tubuh," ujar inspektur kepolisian, Chhabi Lal Joshi, kepada AFP pada Kamis (25/2).
Lokasi jatuhnya pesawat Twin Otter tersebut terletak di distrik Myagdi, Pegunungan Himalaya, pada ketinggian sekitar 4.900 meter. Medan tersebut hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki atau menggunakan helikopter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dua helikopter sudah dikirimkan sejak pagi, tapi gagal mencapai lokasi. Kami akan mencoba lagi," ucap juru bicara Tara Air, Bhim Raj Rai.
Pesawat Twin Otter milik Tara Air yang mengalami kecelakaan seharusnya menempuh perjalanan dari Pokhara menuju Jomsom. Armada tersebut membawa tiga awak dan 20 penumpang, termasuk warga negara Nepal dan Kuwait.
Tara Air merupakan anak perusahaan dari Yeti Airlines, maskapai domestik milik swasta yang melayani penerbangan tujuan jarak jauh di berbagai penjuru Nepal.
Yeti Airlines mengalami kecelakaan fatal pada 2010, ketika satu pesawat yang disewa turis dari Bhutan menabrak lereng gunung di timur Nepal.
Nepal memang kerap mengalami kecelakaan udara. Kebanyakan kasus terjadi karena pilot kurang berpengalaman, manajemen buruk, dan perawatan tidak memadai. (stu/stu)