Jaringan teror yang dimaksud Yaalon adalah Korps Penjaga Revolusi Iran (IRGC). Kelompok ini dituduh sudah membangun "sleeper cells" atau sel tidur yang dapat diperintah kapanpun untuk menyerang daerah lain.
"Rezim Iran melalui IRGC membangun kompleks infrastruktur teror, termasuk sel tidur yang menimbun senjata, data intelijen, operasi dan siap untuk beraksi sesuai perintah, termasuk di Eropa dan Amerika," ujar Yaalon pada Rabu (24/2) setelah bertemu dengan Siprus di Nicosia, seperti dikutip The Telegraph.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 2012, otoritas Siprus juga menahan anggota Hizbullah warga negara Swedia-Libanon yang terlibat dalam plot penyerangan turis Israel.
Pernyataan ini dilontarkan oleh Yaalon setelah Duta Besar Iran untuk Libanon, Mohammad Fathali, mengumumkan bahwa Teheran akan mendukung protes kekerasan dan serangan di Israel dengan membayar ratusan dolar kepada keluarga Palestina yang tewas.
Fathali juga mengatakan bahwa Iran akan memberikan US$30 ribu bagi semua keluarga Palestina yang rumahnya dihancurkan sebagai akibat dari kekerasan tersebut. (den)