Seorang pejabat pemerintah Yaman yang kini berada di Riyadh, Arab Saudi, mengatakan kepada kantor berita Xinhua bahwa pemerintah Yaman yang diakui masyarakat internasional "bertekad akan mengajukan keluhan lengkap ke Dewan Keamanan PBB dan Liga Arab, untuk mengonfirmasi campur tangan dan perbuatan teror Hizbullah di Yaman.”
Pemerintah Yaman, yang didukung oleh Arab Saudi, juga telah lama menuduh Iran mempersenjatai dan mendanai milisi Houthi yang melawan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi. Tetapi Teheran membantah tuduhan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadi dan beberapa anggota pemerintahnya belum lama ini telah kembali ke ibu kota sementara Yaman, Aden, setelah enam bulan memerintah dari pengasingan di Riyadh.
Sementara itu, hubungan negara Teluk dengan Libanon saat ini memburuk. Arab Saudi pada pekan lalu membatalkan bantuan militer senilai US$3 juta dolar untuk Libanon karena menganggap Libanon gagal menunjukkan dukungan bagi Saudi dalam perseteruan dengan Iran. Menyusul hal tersebut, Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait, mengeluarkan imbauan agar warganya meninggalkan Libanon, dan meminta warga mereka yang ingin ke Libanon mempertimbangkan kembali keputusan mereka. Sedang Uni Emirat Arab memberlakukan larangan total bagi warganya untuk ke Libanon. (antara)