Mugabe, satu-satunya pemimpin Zimbabwe sejak merdeka dari Inggris pada 1980, menyatakan pada pesta ulang tahunnya, Sabtu (27/2) bahwa tak seorang pun akan menderita kelaparan akibat kekeringan di negaranya yang berdampak pada sekitar tiga juta rakyatnya. Sejumlah pedesaan yang dilanda kekeringan bahkan telah menyatakan status bencana.
Lihat juga:Presiden Zimbabwe di PBB: Kami Bukan Gay |
"Jika bantuan, seperti yang saya pahami, diberikan atas dasar bahwa kita harus menerima prinsip pernikahan gay, maka biarkan bantuan itu tak diberikan," kata Mugabe dalam pidatonya selama satu jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zimbabwe meminta bantuan sebesar US$1,6 miliar (Rp21,4 triliun) untuk membantu membayar harga biji-bijian dan makanan lain, tetapi hingga saat ini belum ada organisasi bantuan yang akan menyalurkannya.
Pemimpin tertua Afrika, Mugabe menginjak usia 92 tahun pada 21 Februari lalu, namun tidak menunjukkan niat untuk mengundurkan diri, membuat para pejabat partainya yang berkuasa, ZANU-PF frustrasi karena telah lama memposisikan diri untuk menggantikannya.
Dalam acara itu, dia memotong kue raksasa yang dibuat agar terlihat seperti reruntuhan kuno yang menjadi insipirasi nama Zimbabwe. Pesta itu juga dihadiri oleh siswa sekolah, diplomat asing, menteri dan kepala keamanan.
Pesta ulang tahun Mugabe yang dirayakan dengan mewah sudah menjadi tradisi tahunan bagi para loyalis dan mereka yang mencari bantuan dari pemimpin veteran. Namun tahun ini, pesta itu diselenggarakan di salah satu wilayah yang dilanda kekeringan, Provinsi Masvingo, sehingga menuai kecaman.
Di Masvingo, sebanyak 75 persen dari tanaman jagung yang menjadi makanan pokok warga tak bisa dimakan karena kekeringan. Bencana ini merupakan yang terparah di negara Afrika bagian selatan sejak awal dekade 1990-an.
"Uang yang dianggarkan untuk pesta ulang tahun ini seharus digunakan untuk mengimpor jagung untuk menghindari kelaparan yang akan datang di provinsi Masvingo dan wilayah lainn," ujar Obert Gutu, juru bicara kelompok oposisi utama, Gerakan bagi Perubahan Demokratis (MDC). (ama)