Sumber kepolisian mengatakan pelaku bom bunuh diri mengemudikan sepeda motor dan meledakkan diri mereka di pasar telepon seluler di Kota Sadr. Selain korban tewas, sekitar 100 orang lain menjadi korban luka.
Dalam pernyataan yang disebar secara daring, ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. “Pedang kami tidak akan berhenti untuk memotong kepada musyrik, di mana pun mereka berada,” ujar ISIS, merujuk kepada Muslim Syiah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun militan ISIS masih bisa menyerang lokasi di luar wilayah yang mereka kuasai, biasanya menyerang lokasi yang didiami mayoritas Syiah. Sebelum bom pada Minggu, dua militan ISIS pada Jumat telah menewaskan 15 orang di masjid Syiah di Baghdad.
“Geng ini menargetkan warga sipil setelah kehilangan inisiatif dan angkat kaki dari pertempuran dengan pejuang kita,” ujar Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi di laman Facebook-nya.
Pihak berwenang juga menyalahkan ISIS atas serangan tersebut.
"Pasukan pemerintah harus melakukan pekerjaan yang lebih baik memukul mundur serangan yang dilancarkan oleh Daesh. Apa yang terjadi hari ini bisa menjadi kemunduran bagi pasukan keamanan," kata Jasim al-Bahadli, seorang analis keamanan yang berbasis di Baghdad, menggunakan akronim bahasa Arab untuk ISIS. (stu)