“Daesh [ISIS] mengeksekusi delapan militan ISIS pada Jumat di Maadan, provinsi Raqqa, setelah menuduh mereka mencoba membelot dan durhaka,” kata Abu Mohammad, anggota dari kelompok jurnalisme warga Raqqa is Being Slaughtered Silenty (RBSS) lewat Twitter.
RBSS mengatakan bahwa tensi selama sebulan terkahir meningkat di antara militan asal Belanda—beberapa diantaranya asli Maroko— di Raqqa dan operasi intelijen ISIS di Irak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
RBSS juga mengatakan pemimpin ISIS di Raqqa mengirimkan delegasi untuk menyelesaikan sengketa dengan sel Belanda, namun perantara itu malah dibunuh.
Pemimpin ISIS di Irak lalu memerintahkan penahanan semua militan asal Belanda, lalu memenjarakan mereka di Tabaqa dan Maadan di Suriah.
Kelompok pemantau Syrian Observatory for Human Rights, yang mengumpulkan data dari sumber lapangan, mengatakan tak bisa mengonfirmasi laporan tersebut.
Namun mereka mengatakan bahwa jihadis Eropa yang berasal dari Afrika Utara dieksekusi oleh ISIS.
Menurut intelijen Belanda, sekitar 200 orang dari Belanda termasuk 50 perempuan, telah bergabung dengan ISIS di Suriah dan Irak.
[Gambas:Video CNN] (stu)