Super Tuesday akan berlangsung pada hari Selasa waktu AS, 1 Maret 2015. Di hari ini, secara bersamaan 12 negara bagian di Amerika akan melakukan pemilihan primer atau kaukus untuk memilih 1.000 delegasi Demokrat dan 600 Republik untuk maju ke konvensi partai.
Jumlah delegasi yang terpilih dalam Super Tuesday sangat signifikan menentukan siapa kandidat yang maju dalam pemilu. Pasalnya, untuk konvensi, Demokrat memerlukan 2.382 delegasi, sedangkan Republik 1.237 delegasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Super Tuesday diadakan untuk memaksimalkan pengaruh negara-negara bagian yang memiliki keprihatinan yang sama soal isu-isu nasional. Kebanyakan negara bagian peserta Super Tuesday juga memiliki populasi yang kecil sehingga melakukan voting di hari yang sama bisa meningkatkan pengaruh wilayah-wilayah ini dalam menentukan pemimpin AS berikutnya.
Wakil penasihat politik Kedubes AS di Jakarta Siriana Nair dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa saat ini para kandidat akan gencar mencoba meyakinkan para pemilih untuk memilih mereka.
"Apa yang dicari adalah seberapa besar seorang kandidat merefleksikan prinsip-prinsip partai," kata Nair.
Di kubu Demokrat ada Hillary Clinton, yang berjuang untuk menjadi presiden wanita pertama AS, dan Bernie Sanders, yang memproklamirkan diri sebagai demokrat-sosialis. Sementara di kubu Republik, tiga calon kuat yaitu Donald Trump, Marco Rubio dan Ted Cruz sama-sama tengah berebut suara.
Menurut McFeeters, Clinton berpeluang menang dalam pemilihan calon presiden mengalahkan Bernie Sanders. Namun di kubu Republik masih belum terlihat jelas siapa yang akan menang.
"Hillary Clinton sangat jauh memimpin. Sementara Republik masih harus bertanding, walau Trump menang beberapa kali sebelumnya," ujar McFeeters.
Sementara dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos, Trump memimpin dalam skala nasional dengan dukungan terhadap dirinya mencapai 44,2 persen, disusul Cruz di posisi 20,7 persen dan Rubio di posisi 14 persen.
Clinton yang optimistis menang dalam Super Tuesday juga telah melihat Trump sebagai pesaingnya pada pemilihan umum presiden pada 8 November mendatang. Dalam kampanye pekan lalu, istri dari mantan presiden Bill Clinton ini bahkan melayangkan komentar khusus untuk slogan Trump "Make America Great Again" atau buat Amerika hebat lagi.
"Kita tidak butuh membuat Amerika hebat lagi, Amerika tidak berhenti menjadi hebat," tegas Clinton. (ama/stu)