Badan Keamanan Transportasi AS (TSA) kemudian memeriksa sepatu tersebut beserta gelang berhias peluru palsu yang dipakai.
"Sepatu dan gelang yang kurang ideal dipakai atau dibawa ke pos pemeriksaan TSA. Peringatan dari TSA: replika senjata dan amunisi tidak diperbolehkan melewati pos pemeriksaan TSA," ujar Farbstein seperti dikutip The Independent, Selasa (1/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas TSA akhirnya mengizinkan perempuan itu untuk membawa sepatu dan gelangnya, tapi harus dimasukkan ke dalam tas yang ada di bagasi pesawat. Namun, ia tak punya cukup waktu untuk mengejar jadwal keberangkatan pesawatnya.
Perhiasan berbentuk senjata pernah menghebohkan AS ketika juru bicara Donald Trump, Katrina Pierson, mengenakan kalung peluru saat tampil di CNN pada Desember lalu sebagai tanda protes terhadap pembatasan kontrol senjata. (stu/stu)