Hal ini terungkap dalam surat-surat yang ditemukan di kediamannya di kota Abbottabad, Pakistan, usai penggerebekan pasukan khusus AS yang menewaskan Osama tahun 2011 lalu. Peter Bergen, pengamat terorisme sekaligus wakil presiden di lembaga New America dalam sebuah opininya di CNN mengatakan, dua pengawal itu adalah kakak beradik asal Pakistan yang menjadi penghubung Osama dengan dunia luar.
Namun pada Januari 2011, kata Bergen, empat bulan sebelum serangan NAVY SEAL, Osama dan kedua pengawalnya ini cekcok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dokumen itu menggambarkan bin Laden, pria yang pernah menjadi komandan kamp latihan perang di Afghanistan yang berhasil merekrut ribuan orang dan dianggap sebagai dalang serangan tunggal paling mematikan dalam sejarah AS, sepenuhnya bergantung pada dua pengawalnya, kehabisan uang dan paranoid," ujar Bergen.
Dalam surat itu, Osama mengatakan bahwa kedua pengawalnya "marah" dalam pertemuan terakhir dengan dirinya. Hal ini memaksa Osama menuliskan surat klarifikasi untuk menjelaskan duduk perkara masalah tersebut kepada kedua bersaudara itu.
Osama juga meminta keduanya bersabar sampai dia menemukan pengganti mereka. Dalam salah satu surat kepada anggota al-Qaidah kepercayaannya, Osama meminta dicarikan orang Pakistan yang bisa dipercaya yang bisa menggantikan mereka.
Hubungan kian memburuk sampai kedua pihak menulis surat perjanjian bahwa mereka akan berpisah sementara di tahun 2011 atau awal 2012. Osama dan keluarganya memutuskan pindah dari kompleks di Abbottabad.
"Jika CIA terlambat mengetahui kediaman Osama, atau jika Presiden Obama tidak memerintahkan serangan oleh SEAL, kemungkinan bin Laden bisa pergi ke tempat lain dan jejaknya akan hilang," tulis Bergen. (den)