"Lokasi puing itu konsisten dengan pemodelan aliran air yang dilakukan oleh Biro Keamanan Transportasi Australia dan jadi pembenaran atas wilayah pencarian MH370 di selatan Samudera Hindia," kata Menteri Transportasi dan Infrastruktur Australia Darren Chester dalam pernyataannya, Kamis (3/2).
Pencarian kini dilakukan dengan menyisir wilayah 60 ribu kilometer persegi di dasar laut Samudera Hindia bagian barat Australia. Tahun lalu, puing bagian sayap pesawat MH370 ditemukan terdampar di Pulau Reunion.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya untuk pemeriksaan puing di Pulau Reunion, penyidik butuh waktu sebulan untuk menyatakan bahwa benda itu adalah pecahan MH370.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Menteri Transportasi Malaysia Liow Tiong Lai melalui akun Twitter-nya.
"Belum dikonfirmasi dan diverifikasi. Saya menyerukan semua orang untuk menghindari spekulasi karena kami belum bisa menyimpulkan apakah puing itu berasal dari MH370," ujar Liow. (stu)