Tewasnya seorang ulama Arab Saudi di tangan kelompok ini pada Selasa (1/3) lalu dianggap merupakan salah satu indikasi meningkatnya pengaruh ISIS di Filipina selatan.
"Pengaruh mereka tumbuh kuat dan terus meluas," ujar seorang analis dari Intitut Perdamaian Filipina, Rodolfo Mendoza, seperti dikutip AFP pada Kamis (3/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, sekitar 100 kilometer dari Butig, tentara juga menggempur Bangsamoro Islamic Freedom Fighters (BIFF), kelompok pemberontak yang berbaiat kepada ISIS.
Namun menurut profesor dari National War College di Washington, Zachary Abuza, mengatakan bahwa masih ada beberapa kelompok lain yang sudah berbaiat kepada ISIS dan harus diwaspadai oleh pemerintah Filipina.
Menurut Abuza, iming-iming uang yang ditawarkan oleh ISIS memang merupakan salah satu daya tarik bagi warga Filipina.
"Ini tidak ada hubungannya dengan ideologi. Ini semua masalah sumber daya," katanya. (stu)