Pengadilan Turki pada Jumat memutuskan bahwa pengelola Zaman, Today’s Zaman (berbahasa Inggris) dan kantor berita Cihan, berkaitan dengan ulama Fethullah Gulen—yang dituding Presiden Turki Tayyip Erdogan merencanakan kudeta. Gulen sendiri saat ini berada di Amerika Serikat.
Lihat juga:Turki Tahan Pendukung Ulama Musuh Erdogan |
“Turki memiliki hak untuk mempertanyakan mereka yang ambil bagian dari upaya kudeta yang jelas, apakah [dalam] ekonomi atau jurnalistik, melawan pemerintah terpilih,” kata Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu dalam perjalanannya ke Teheran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sangat khawatir soal perkembangan terbaru di koran Zaman yang membahayakan kemajuan yang dibuat Turki di tempat lain,” kata Johannes Hahn, komisaris perluasan Eropa lewat Twitter.
Banyak yang menuding Uni Eropa menutup mata atas catatan HAM Turki karena mereka membutuhkan pertolongan Turki untuk mengatasi arus imigran yang membanjiri Eropa.
Karyawan yang datang ke kantor Zaman pada Sabtu dipecat.
“Ini adalah hari yang gelap bagi demokrasi Turki dan pelanggaran mencolok atas konstitusi,” kata Sevgi Akarcesme, redaktur senior Zaman. (stu)