"Amerika Serikat prihatin atas perjalanan Presiden Sudan Omar Bashir ke Indonesia untuk KTT OKI," ujar pernyataan Kedutaan Besar AS di Jakarta.
Bashir sempat menghadiri peringatan berakhirnya Perang Dunia II pada September lalu di China, negara yang juga bukan merupakan anggota ICC. Bashir juga sempat datang ke pertemuan puncak Uni Afrika pertengahan tahun lalu di Afrika Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut AS, surat penangkapan untuk Bashir atas tuduhan kejahatan perang masih berlaku. Walau juga bukan anggota ICC, namun AS menyatakan mendukung dakwaan terhadap Bashir.
"Walau AS bukan anggota statuta Roma, yang merupakan traktat pembentuk ICC, namun kami mendukung upaya ICC dalam menangkap pelaku genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang di Darfur," lanjut AS.
Selain menghadiri KTT OKI, Bashir juga melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membicarakan upaya peningkatan kerja sama kedua negara.
"Kami menyampaikan keinginan beberapa perusahaan swasta Indonesia untuk berinvestasi di sana [Sudan], terutama di bidang minyak," kata Jokowi. (stu)