Juru bicara Kemenhan Rusia Igor Konashenkov mengatakan paket bantuan bisa dikirim dan disimpan di pangkalan angkatan laut di pelabuhan Tartus.
Pesawat angkut yang membawa bantuan juga bisa mendarat di pangkalan udara milik Rusia di Latakia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusia juga menyatakan bahwa secara luas gencatan senjata dan kesepakatan penghentian kekerasan selama ini berhasil diterapkan, meski terdapat sejumlah provokasi dan penembakan.
Meski demikian, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir sempat meluncurkan tuduhan bahwa Rusia dan angkatan udara pemerintah Suriah melanggar gencatan senjata pada akhir Februari lalu, hanya beberapa hari setelah gencatan senjata dimulai.
Sebelumnya, kelompok pemantau Syrian Observatory for Human Rights juga menyatakan terjadi serangan udara itu terjadi di wilayah Aleppo, wilayah di selatan Suriah, yang berdekatan dengan Raqqa—yang diklaim sebagai ibu kota ISIS pada akhir Februari.
Gencatan senjata di Suriah diterapkan sejak Sabtu, 27 Februari 2016. Masing-masing pihak yang berkonflik menyepakati penghentian kekerasan sementara agar bantuan kemanusiaan dapat disalurkan ke sejumlah wilayah yang membutuhkan.
Namun, kekerasan terhadap kelompok militan ISIS dan Front al-Nusra tidak termasuk dalam kesepakatan ini. (ama)