Dalam pernyataannya yang dikutip AFP, Selasa (8/3), Badan Intelijen NasionaL Korsel, NIS, mengatakan hacker Korut berhasil mencuri nomor-nomor telepon dan pesan teks di berbagai ponsel pintar beberapa pejabat tinggi Korsel antara Februari dan awal Maret.
"Korut telah melakukan serangkaian serangan terhadap ruang siber kita. Jika terlambat diketahui, maka akan menyebabkan kerusakan finansial yang besar, seperti kelumpuhan pada sistem perbankan internet atau transfer ke rekening yang tidak diinginkan," ujar pernyataan NIS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NIS mendesak badan-badan pemerintah dan institusi publik untuk meningkatkan kewaspadaan.
Sebelumnya tahun 2014, Amerika Serikat juga mengatakan hacker Korut berada di balik serangan siber terhadap rumah produksi Sony di Hollywood yang membuat film satire tentang pemimpin Korut "The Interview."