Seperti diberitakan Reuters, hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam pernyataan pers jelang rapat parlemen tahunan, Selasa (8/3).
Wang dalam pernyataannya bahkan mengklaim bahwa perairan Laut China Selatan adalah yang paling aman dan bebas bagi pelayaran dunia. Klaim ini diprediksi akan memicu banyak kontroversi karena menurut Amerika Serikat, China justru membahayakan kebebasan pelayaran di daerah itu dengan melakukan reklamasi pantai dan menempatkan pangkalan militer di wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Wang, kebebasan navigasi di wilayah itu bukan berari "bebas mengamuk". Dia melanjutkan, saat ini Laut China Selatan adalah perairan paling aman.
"Bahkan, berdasarkan upaya gabungan antara China dan negara-negara regional, Laut China Selatan saat ini adalah jalur pelayaran paling aman dan bebas di dunia," kata Wang.
"China adalah yagn paling dulu menjelajahi, menamai, mengembangkan dan memerintah beberapa pulau di Laut China Selatan. Nenek moyang kami bekerja dengan cerdas di sini selama beberapa generasi," kata Wang.
"Sejarah akan membuktikan siapa yang sebenarnya pendatang dan siapa yang tuan rumah sebenarnya," lanjut dia.
Dia mengatakan bahwa China bukanlah negara pertama yang menurunkan senjata ke kawasan tersebut, atau negara yang memiliki senjata terbanyak di perairan itu, namun dia tidak menyebut negara yang dimaksud.
Carter menyatakan AS telah meningkatkan pendanaan hingga US$425 juta pada 2020 bagi dana pelatihan militer negara-negara di kawasan yang merasa terancam dengan tindakan China. (den)