Serangan itu terjadi pada Selasa (8/3) di daerah pelabuhan Jaffa yang populer di kalangan turis. Perusahaan jasa pelayanan ambulans, Magen David Adom menyatakan empat orang mengalami luka parah akibat serangan ini.
"Seorang teroris, seorang penduduk ilegal yang datang dari suatu tempat di wilayah Palestina, datang ke Jaffa dan berlari di sepanjang pantai. Saat itu, dia melakukan penikaman tanpa pandang bulu," ujar Walikota Tel Aviv, Ron Huldai kepada Army Radio.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada hari yang sama, setidaknya tiga serangan lain yang dilakukan oleh warga Palestina.
Di Yerusalem, seorang warga Palestina menembaki polisi Israel di jalan yang ramai. Insiden ini melukai dua petugas, sebelum akhirnya sang pelaku ditembak mati.
Di Petah Tikva, pinggiran Tel Aviv, seorang warga Palestina memasuki toko dan menikam seorang warga Israel. Korban yang terluka dan pemilik toko bersama-sama melawan balik sang penyerang menggunakan pisau yang sama.
Juru bicara kepolisian setempat kemudian memaparkan bahwa sang penyerang akhirnya tewas karena mengalami luka parah.
Sejak Oktober lalu, aksi penusukan, penikaman, penembakan dan tabrakan mobil kerap dilakukan warga Palestina terhadap warga Israel. Fenomena ini telah menewaskan 28 warga Israel dan dua warga AS.
Bentrokan antara warga Palestina dengan Israel marak terjadi sejak Israel kian membatasi akses umat Muslim ke wilayah Kota Tua Yerusalem, lokasi Masjid Al-Aqsa berdiri.
Masalah ini dibahas sebagai fokus khusus dalam Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa OKI yang baru saja diselenggarakan di Jakarta. (ama)