"Saya sangat prihatin soal peraturan yang akan mengembalikan siapapun dari satu negara ke negara lain tanpa memperhatikan pengamanan perlindungan pengungsi di bawah hukum internasional," kata Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Filippo Grandi di hadapan Parlemen Eropa di Strasbourg.
Tak hanya itu, Uni Eropa juga berjanji akan mempercepat proses pemberian bebas visa bagi wisatawan dari Turki serta mempercepat pembicaraan soal keinginan Ankara menjadi anggota Uni Eropa yang telah lama terhenti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesepakatan ini bertujuan untuk membujuk pengungsi Suriah dan imigran yang berasal dari sejumlah negara berkonflik lainnya bahwa mereka memiliki prospek yang lebih baik jika mereka mengungsi di Turki, dengan peningkatan dana dari Uni Eropa untuk perumahan, sekolah dan kebutuhan lainnya.
Skema ini menuai kritik dan kecaman dari berbagai pihak. Para pejabat Uni Eropa mempertanyakan bagaimana skema ini dapat diterapkan sementara sejumlah negara UE masih tak sepakat soal kuota imigran yang harus mereka tampung.
Selain itu, skema ini dikahwatirkan tidak akan berjalan dengan baik jika jumlah imigran yang melintasi Aegean tetap tinggi meskipun patroli laut oleh NATO dan Yunani telah ditingkatkan.
Lihat juga:AS Tolak Izin Masuk 30 Pengungsi Suriah |
Meski demikian, Perdana Menteri Davutoglu berdalih bahwa kesepakatan awal ini tidak akan melarang pengungsi Suriah untuk mencari perlindungan di Eropa .
"Tujuannya di sini adalah untuk mencegah imigrasi yang tidak teratur dan untuk menampung sementara pengungsi Suriah di kamp kami yang nanti akan diterima oleh Uni Eropa dengan jalur yang legal, meskipun kami tidak akan memaksa siapa pun untuk melawan kehendak mereka," katanya pada pertemuan di kota pesisir Izmir, Turki. (ama)