Seperti dikutip AFP, Kamis (10/3), Sky News mendapatkan dokumen itu dari seorang mantan anggota ISIS yang membelot, Abu Hamed. Hamed yang memberikan USB berisi puluhan ribu dokumen pada wartawan Sky News di Turki itu mengaku keluar dari ISIS karena merasa tertipu dengan misi Khilafah yang dianut kelompok bersenjata itu.
Ada 23 pertanyaan yang harus diisi dalam formulir tersebut. Di antaranya adalah golongan darah, nama ibu, tingkat pemahaman syariah dan pengalaman sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa nama lainnya juga pernah dikenali sebelumnya, berasal dari Eropa utara, Amerika Serikat dan Kanada.
Sky News dalam situsnya mengatakan telah menyerahkan dokumen-dokumen itu kepada aparat. Belum ada pernyataan dari kementerian dalam negeri Inggris terkait temuan ini.
Menurut Chris Phillips, direktur pelaksana dari badan konsultan anti-terorisme, International Protect and Prepare Security Office, kepada AFP, bocornya dokumen ini menunjukkan perpecahan dan ketidakpuasan anggota ISIS. Hal ini, menurut Phillips bisa menjadi inspirasi bagi anggota ISIS lainnya.
Lihat juga:Inggris Bersiap hadapi Serangan Besar ISIS |
Selain itu, bocoran dokumen ini bisa menjadi informasi penting bagi aparat. Selain informasi soal para pengikut ISIS, aparat bisa mengetahui pola perekrutan dan perjalanan dari berbagai negara menuju Suriah atau Irak. (stu)