Rudal yang diluncurkan Korut pada Kamis (11/3) terbang sekitar 500 km ke arah laut, dari kota pantai timur Wonsan. Rudal ini diperkirakan merupakan bagian dari seri rudal Scud yang dikembangkan oleh Uni Soviet, menurut Kementerian Pertahanan Korea Selatan.
Korea Utara kerap kali menembakkan rudal jarak pendek ketika ketegangan di semenanjung Korea meningkat. Korea Utara memiliki sejumlah besar cadangan rudal jarak pendek dan mengklaim tengah mengembangkan rudal jarak jauh dan antarbenua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait peluncuran rudal ini, Jepang telah mengajukan protes melalui kedutaan Korea Utara di Beijing, menurut laporan kantor berita Jepang, Kyodo. Sementara, juru bicara Pentagon, Komandan Bill Urban menyatakan Departemen Pertahanan AS menyadari adanya laporan dari peluncuran rudal. "Kami memantau situasi dengan seksama," katanya.
Kaesong merupakan taman industri yang dijalankan oleh Korut dan Korsel dan dinilai sebagai simbol kerja sama kedua Korea selama lebih dari satu dekade. Sebanyak 124 perusahaan Korea Selatan yang mempekerjakan sekitar 55 ribu warga Korea Utara di zona industri itu.
Zona industri ini dihentikan oleh Korsel sebagai bentuk protes atas uji coba bom nuklir Korut pada awal Januari lalu dan peluncuran rudal jarak jauh Korut pada awal Januari lalu.
Sementara, zona wisata Gunung Kumgang adalah besar proyek pertama kerja sama antar-Korea. Ribuan warga Korea Selatan mengunjungi resor itu antara tahun 1998 dan 2008. Seoul kemudian menutup wisata ini pada 2008 setelah seorang tentara Korea Utara menembak mati seorang turis Korea Selatan yang mendekati area terlarang.
Korea Selatan secara teknis masih berperang dengan Korea Utara karena Perang Korea 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata bersenjata, dan bukan dengan perjanjian damai. (ama)