Kelompok pemerhati perang Suriah, Syrian Observatory for Human Rights melaporkan puluhan militan ISIS tewas atau terluka dalam serangan udara di Palmyra pada Rabu (9/3).
"Jika mereka mengambil Tadmur [Palmyra] dan Qarayatain, rezim [Suriah] akan berhasil merebut sejumlah besar wilayah Suriah," kata Direktur Observatory, Rami Abdulrahman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan udara Rusia ini diperkirakan akan menambah tekanan kepada ISIS yang juga menerima gempuran dari koalisi serangan udara internasional pimpinan Amerika Serikat. Ditambah, komandan senior yang menjabat sebagai "menteri perang" ISIS dikabarkan terluka parah.
Gempuran terhadap kelompok militan ISIS dan Front al-Nusra diperbolehkan karena tidak termasuk dalam gencatan senjata yang tengah diterapkan di Suriah. Selain berupaya merebut Palmyra, Damaskus sendiri tengah berupaya untuk memerangi kelompok bersenjata di perbatasan Turki. (ama)