AFP memberitakan pada Minggu (13/3), militer Myanmar berkomitmen menghentikan rekruitmen dan penggunaan anak-anak dalam tentara "Tatmadaw" menyusul kesepakatan dengan PBB pada Juni 2012. Namun proses ini sangat lambat dilakukan junta.
"Tatmadaw berkomitmen membersihkan pasukannya dari tentara bawah umur," kata petinggi militer Myanmar, Mayor Jenderak Tauk Tun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Myanmar saat ini tengah dalam masa transisi setelah puluhan tahun dipimpin oleh pemerintah junta. Kini, Partai Liga Nasional untuk Demokrasi pimpinan Aung San Suu Kyi yang memenangkan pemilu akan segera mengambil alih pemerintahan negara itu.
Namun pengaruh militer masih sangat besar di Myanmar. Militer menguasai seperti kursi parlemen dan memimpin di tiga kementerian penting: Kementerian Dalam Negeri, Pertahanan dan Perbatasan. (den)