Tuduhan serangan siber dilontarkan Badan Intelijen Nasional Korea Selatan di hadapan parlemen pada Jumat (11/3). Menurut laporan mata-mata Korsel, Korut belakangan ini meningkatkan upaya serangan siber terhadap Korea Selatan dan berhasil meretas ponsel 40 pejabat keamanan nasional Korsel.
"[Korea] Selatan mengklaim serangan siber oleh [Korea] Utara dan menggunakannya untuk tujuan politiknya sendiri," bunyi laporan di harian resmi pemerintah Korut, Rodong Sinmun, Minggu (14/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awal pekan ini, Badan Intelijen Nasional Korea Selatan juga menyatakan Korea Utara mencoba meretas akun email sejumlah pekerja kereta api Korea Selatan dalam upaya menyerang sistem transportasi Korsel. Meski demikian, Korsel berhasil menggagalkan upaya peretasan itu dan menutup akun email para petugas kereta api.
Ketegangan semakin meningkat di Semenanjung Korea di tengah latihan militer gabungan Korea Selatan dan AS, yang digelar tahunan dan secara besar-besaran, dengan 300 ribu tentara Korsel dan 17 ribu personel militer AS.
Korut menilai latihan militer Korsel dan AS merupakan latihan perang dan bersumpah akan membalasnya dengan serangan nuklir.
Lihat juga:Sony Diretas, Korea Utara Terlibat? |
Amerika Serikat menuduh Korea Utara melakukan serangan siber terhadap perusahaan studio film, Sony Pictures pada 2014. Peretasan ini membuat Sony membatalkan perilisan film komedi "The Interview" yang menampilkan adegan pembunuhan Kim Jong Un.
Korea Utara juga membantah tuduhan AS tersebut.
(ama)