Seperti diberitakan AFP, Senin (14/3), lowongan ini dibuka untuk Prefektur Aichi yang terkenal dengan kuil Nagoya yang bersejarah. Ninja yang dicari bukan sembarang ninja, melainkan yang benar-benar menguasai seni bela diri para ahli penyusupan dan pembunuhan di zaman kuno Jepang itu.
Dalam iklan lowongannya, ninja yang terpilih akan menampilkan akrobatik, menggunakan shuriken atau senjata bintang ninja, dan harus siap berfoto dengan para pengunjung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ninja yang mampu berbahasa Jepang lebih diutamakan, namun orang asing yang menguasai teknik ini dan berhasrat terhadap sejarah dan pariwisata Jepang juga boleh melamar.
Mereka yang terpilih akan menjalani pelatihan selama satu bulan pada bulan April mendatang. Lamaran dibuka hingga 22 Maret bagi pria dan wanita berusia 18 tahun ke atas.
Namun belakangan, ninja mulai digunakan sebagai daya tarik. Salah satunya adalah di kota Iga, sekitar 350 km selatan Tokyo.
Tahun lalu, walikota dan gubernur dari seluruh Jepang berkumpul menggunakan baju ninja dan meluncurkan "dewan ninja".
Pemerintah Jepang merasa perlu mencari daya tarik wisata baru untuk meningkatkan perekonomian jelang Olimpiade 2020 di Tokyo.
(den)