Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengungkapkan keinginan untuk memperkuat kerja sama ekonomi disampaikan oleh delegasi Belgia di bawah pimpinan Putri Astrid, Adipati Wanita Agung Austria-Este, saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Selasa (15/3).
"Putri Astrid merupakan adik dari Raja Phillippe dari Belgia. Dia hadir ke Indonesia dengan membawa lebih dari 300 pengusaha di 127 perusahaan," kata Retno usai pertemuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belgia merupakan salah satu mitra penting Indonesia dalam bidang perdagangan dan investasi," ujarnya.
Sejauh ini, kata Retno, sudah terdapat sekitar 2.000 perusahaan Belgia yang beroperasi di Indonesia.
"Presiden Jokowi kemudian menjelaskan upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam menjadikan ekonomi Indonesia semakin terbuka dan kompetitif,"kata Retno.
Salah satunya, kata Retno, adalah dengan melakukan paket deregulasi ekonomi yang sudah mencapai 10 paket, di antaranya mengenai Daftar Negatif Investasi (DNI).
"Saya kira yang dibutuhkan adalah bagaimana menghadirkan investasi baru dengan hadirnya ratusan pengusaha ini," ujarnya.
Franky menjelaskan selanjutnya BKPM akan melakukan pertemuan dengan duta besar Belgia terkait kebutuhan informasi para investor.
"Mereka di antaranya minta untuk kerja sama wind power. Kelebihan teknologi ini sudah banyak digunakan di Eropa. Oleh karena itu, regulasi perlu dibimbing agar mereka mendapat informasi jelas,"ujarnya.
Partisipasi pameran kebudayaan
Selain membahas kerja sama ekonomi, Retno menjelaskan pertemuan itu juga menyasar soal partisipasi Indonesia dalam Pameran Seni dan Budaya Europalia 2017.
"Indonesia akan menjadi tema dari pameran art and culture yang dinamakan Europalia pada 2017," kata Retno.
Pameran tersebut, lanjut Retno, tidak hanya dilakukan di Belgia melainkan di beberapa negara lain di Eropa. Di Belgia sendiri, pameran akan dilakukan di banyak kota dan berlangsung selama empat bulan.
"Tentunya pemilihan Indonesia sebagai tema dari pameran 2017 menunjukkan potret Indonesia di Belgia dan di Eropa," kata Retno. (ama)