Seperti dikutip dari CNN, salah satu pejabat senior kontra-terorisme Belgia mengataan kepolisian menyerbu bagian selatan Brussels pada Selasa (16/3) yang sebelumnya percaya bahwa apartemen yang digerebek kosong, tapi ternyata memperoleh serangan tembakan.
Seorang pria di Forest, distrik Brussels bagian selatan di mana serangan itu terjadi, mengaku mendengar sekitar 30 tembakan yang termasuk beberapa dari penembakan yang tampaknya berasal senapan polisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marie Verdete, juru bicara kepolisian di selatan Brussels mengatakan tiga polisi menderita luka ringan dalam tembak-menembak antara kedua pihak yang berbeda tersebut di gedung yang sama di ibukota Belgia itu.
Kendati demikian, Verdete mengatakan situasi kota tetap kondusif pada awal Selasa malam di Rue du Dries, sebuah jalan kecil yang biasanya tenang.
Tidak diketahui apa hubungan, antara penyerbuan tersebut dengan peristiwa pembantaian di Paris pada 13 November 2015, meskipun terdapat misteri bahwa Belgia telah menjadi titik fokus bagi para investigator sejak saat itu.
Sebelumnya, ISIS mengaku bertanggung jawab atas pemboman bunuh diri dan penembakan yang di restoran dan ruang konser Bataclan, yan membuat setidaknya 130 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka.
Namun, sementara ISIS sendiri mungkin masih menetap di Suriah dan Irak, para investigator Eropa berfokus pada Belgia dan terutama ibukotanya, Brussels, yang dinilai terkait dengan serangan Paris.
Dengan demikian, kedua orang tersebut dinilai memiliki peran yang lebih terpisahkan dari Abdelhamid Abaaoud, orang lama yang diidentifikasi sebagai pemimpin serangan. (gir)