Baku tembak meletus antara tersangka teroris dengan petugas kepolisian Belgia dan Perancis ketika mereka melakukan penyerbuan di sebuah apartemen yang berlokasi di pinggiran kota Brussels sebelah selatan pada Selasa (15/3). Sejumlah tersangka teroris Paris diyakini bersembunyi di kota itu.
Penyerbuan ini menyebabkan empat perwira polisi, termasuk seorang polisi Perancis, terluka. Ketika polisi menyerbu apartemen itu, mereka menewaskan seorang tersangka teroris yang belum diketahui identitasnya. Tersangka itu bersenjatakan Kalashnikov, senapan yang digunakan oleh beberapa militan ISIS di Paris.
Lihat juga:Polisi Belgia Serbu Terduga Teroris Paris |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pejabat menyatakan bahwa kehadiran polisi Perancis di tempat kejadian hanya "kebetulan" semata dan bukan merupakan indikasi bahwa perburuan kali ini akan berujung pada baku tembak dengan tersangka teroris.
Warga kemudian diizinkan untuk kembali ke rumah masing-masing dengan penjagaan polisi.
Para penyidik meyakini proses perencanaan dan persiapan serangan pengeboman di Paris pada November lalu sebagian besar dilakukan di Brussels oleh sejumlah teroris muda berkewarganegaraan Perancis dan Belgia. Beberapa di antaranya diduga pernah bertempur bersama ISIS di Suriah.
Sejak serangan di Paris, pasukan keamanan Belgia rutin meluncurkan penyerbuan tersangka teroris yang terlibat dalam serangan Paris.
Salah satu tersangka utama, Salah Abdeslam, 26, warga negara Perancis, hingga kini masih buron. Abdeslam meninggalkan Paris beberapa jam setelah saudaranya meledakkan diri di luar sebuah kafe yang padat pengunjung.
Belakangan, Belgia menangkap 10 orang yang diduga membantu Abdeslam dan rekan-rekannya melancarkan serangan.
Lihat juga:'Menteri Perang' ISIS Dinyatakan Tewas |
Brussels, yang merupakan markas besar Uni Eropa dan aliansi militer NATO, tengah meningkatkan sistem keamanan dengan menempatkan tentara di sejumlah ruas jalan di pusat kota.
Sementara Belgia, dengan populasi warga Muslim sekitar lima persen dari 11 juta penduduk, menjadi negara di Uni Eropa dengan jumlah warga terbanyak yang bergabung dengan ISIS di Suriah. (ama)