Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, mengatakan bahwa Indonesia sebenarnya sudah mengantisipasi adanya kemungkinan Israel menghalangi proses tersebut jika melihat gelagat negara pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu itu selama ini.
Dongeng tersebut mengangkat kisah seorang gadis ditipu oleh serigala jahat yang menyamar dengan segala cara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, kata Arrmanatha, pemerintah RI sudah menyiapkan dua skenario pelantikan Shusheh.
"Sudah ada pengalaman. Apapun yang dia katakan kalau menyangkut hal itu [Palestina], kita harus punya skenario," katanya.
Arrmanatha lantas menjabarkan bahwa skenario tersebut adalah pertama, melantik Konsul Kehormatan di Ramallah, Tepi Barat. Kedua, pelantikan dilaksanakan di Amman, Yordania. Karena Israel melarang, RI akhirnya memutuskan untuk menjalankan skenario kedua.
Ketika ditanya mengenai alasan larangan Israel, Arrmanatha hanya menjawab, "Kami tidak peduli alasannya. Kami berorientasi pada tujuan, yaitu melantik Konhor dan itu sudah tercapai." (den/stu)