"Besok saya akan membuka Konsulat Jenderal baru di Makassar yang memahami pentingnya perekonomian," ujar Bishop setelah mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno LP Marsudi, di Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Senin (21/3).
Nilai perdagangan antara Indonesia dan Australia sendiri tercatat menurun pada 2015 dengan angka US$8,49 miliar (Rp110 triliun) dari US$10,67 miliar (Rp139 triliun) di tahun 2014.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak kalah penting, kedua menlu juga membicarakan persiapan Konferensi Bali Process yang akan diselenggarakan pada 22-23 Maret esok.
Tak hanya itu, kedua menlu juga membahas penguatan kerja sama di ranah pendidikan. Menurut Bishop, Indonesia merupakan negara tujuan paling favorit para mahasiswa Australia dari program beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah.
"Ada tujuh negara yang dijadikan pilihan dan banyak dari mereka memilih Indonesia. Pada akhir tahun ini, akan ada 2.000 pelajar Australia akan belajar di Indonesia," tutur Bishop.
Selain itu, kedua menlu juga membahas pentingnya people to people contact. Untuk membicarakan kerja sama ini lebih lanjut, kedua negara akan melanjutkan Indonesia-Australia Dialogue yang rencananya digelar tahun ini. (ama)