Rencana pemasangan kamera di Masjid Al-Aqsa sebelumnya didukung oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry setelah bertemu dengan Raja Yordania Abdullah II dan Presiden Palestina Mahmud Abbas, sebagai salah satu upaya untuk menenangkan situasi yang bergejolak antara Palestina dan Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga telah menyetujui rencana ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daoud, dalam pernyataannya yang dikutip oleh AFP pada Minggu (20/3), mengungkapkan bahwa rekaman dalam video itu akan disiarkan secara daring untuk "mendokumentasikan semua pelanggaran dan agresi Israel."
September lalu, berbagai bentrokan antara pemuda Palestina dan pasukan keamanan Israel meletus di kompleks Masjid Al-Aqsa di tengah kekhawatiran Israel berencana memperketat akses ke situs suci tersebut.
Netanyahu berulang kali menampik adanya rencana semacam itu.
Kompleks masjid terletak di Yerusalem timur, wilayah yang dicaplok Israel dari Yordania pada 1967. Meski Amman memegang kendali atas Masjid Al-Aqsa melalui lembaga pendanaan Waqf, Israel menguasai akses warga menuju masjid itu.
Masjid Al-Aqsa, situs tersuci umat Islam ke-3, berada dalam kompleks yang juga terdapat Temple Mount, situs suci umat Yahudi. Bentrokan di kompleks ini kerap menjadi sumber ketegangan dalam konflik Israel-Palestina.
Berdasarkan aturan, warga Yahudi diperbolehkan memasuki kompleks ini namun dilarang untuk berdoa di dalamnya. (ama/den)