Berkemeja tanpa dasi, Obama dan Castro terlihat berbincang santai dan tertawa bersama di kursi utama stadion Latinoamericano di Havana. Menggunakan diplomasi bisbol, mereka mencoba membangun kembali fondasi hubungan AS dan Kuba.
Bagi Obama, ini merupakan lawatan pertama seorang presiden AS ke negara komunis tersebut selama 88 tahun terakhir. Kuba pun bersolek demi menyambut Obama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun akhirnya pertandingan dimenangkan oleh tim AS, Tampa Bay Rays, penonton tetap bersorak. Mereka tetap meneriakkan nama Obama dan paduan suara mengumandangkan lagu kebangsaan kedua negara.
Sebelumnya, Obama juga menyinggung bahwa AS dan Kuba pernah dibangun oleh budak dari Afrika di tanah jajahan Eropa.
Kini, Kuba mengklaim sedang berupaya untuk memajukan kesetaraan ras dan sosial. Namun, beberapa kritikus menilai bahwa warga kulit hitam Kuba masih kurang terwakili dalam jajaran pejabat tinggi partai.
Di Kuba, atlet bisbol hanya mendapat bayaran US$20 perbulan. Bintang olahraga memang dapat mengantongi lebih banyak uang, tapi tidak sebesar gaji di liga internasional.
Kini, dengan hubungan lebih erat dengan AS, Kuba takut para bintang bisbol mereka lebih banyak yang tertarik untuk bergabung dengan liga internasional. (stu)