Pejabat keamanan dan pemerintah Pakistan kepada Reuters mengaku telah meluncurkan operasi skala-penuh pemberantasan militan dengan melibatkan paramiliter Ranger. Pasukan ini diberi mandat untuk melakukan penyerangan dan interogasi seperti yang telah mereka lakukan selama lebih dari dua tahun di Karachi.
"Perdana Menteri memerintahkan operasi gabungan departemen pemberantasan terorisme dan Ranger di wilayah perbatasan Punjab untuk membasmi teroris dan fasilitator mereka," kata seorang pejabat pemerintah yang enggan disebut namanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini adalah serangan paling mematikan di Pakistan sejak pembantaian 134 siswa sekolah di Peshawar, Desember 2014 lalu.
Kelompok yang sempat pecah dengan Taliban dan bergabung dengan ISIS ini kebanyakan melakukan serangan di wilayah tribal Pakistan. Mereka pernah melancarkan dua serangan besar di Lahore sebelumnya, yaitu pada 2015 di dua gereja, dan di kota Wagah di perbatasan antara Pakistan dan India pada akhir 2014.
Rencana pemerintah Pakistan menurunkan militer di Punjab akan menjadi keputusan yang kontroversial. Sebelumnya pasukan Ranger menuai kecaman atas tuduhan pelanggaran HAM dan menjadi alat pemerintah dalam memberangus politisi oposisi.
Namun pasukan ini terbukti ampuh dalam menurunkan angka kekerasan kriminal dan militan di Karachi.
Pemerintah Sharif sendiri telah lama menentang militerisasi dalam upaya melawan militan di Punjab.
Juru bicara militer Jenderal Asim Bajwa mengatakan badan intelijen, angkatan darat dan Ranger telah melancar beberapa serangan di sekitar Punjab menyusul pengeboman di Lahore, menangkap beberapa tersangka dan menyita persenjataan.
Sharif yang menyambangi korban terluka di rumah sakit menyebut para pelaku serangan sebagai "musuh pengecut yang menerang target lemah."
Serangan teroris meningkat di Pakistan sejak negara itu bergabung dalam kampanye AS melawan militan Islam usai serangan 9/11 yang dilakukan al-Qaidah tahun 2001. (stu)