Diberitakan The Guardian, Rabu (30/3), foto-foto pria bernama Ben Innes ini menghiasi media sosial di tengah ketegangan drama pembajakan pesawat maskapai Mesir itu.
Ben Innes berfoto bersama pembajak pesawat EgyptAir, Seif Eldin Mustafa. (Twitter/@Journo_Pau) |
Di tengah peristiwa itu, Innes mencairkan ketegangan dengan meminta foto dengan Mustafa. Innes minta bantuan pramugari untuk menerjemahkan permintaannya dalam bahasa Arab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditanya motivasinya melakukan itu, Innes juga mengaku tidak tahu.
"Saya tidak yakin mengapa melakukannya, saya mencoba waspada tetapi tetap ceria. Saya kira jika bom itu asli, saya tidak akan kehilangan apa pun, jadi saya mencoba mendekat dan melihatnya," lanjut dia.
Innes bersama ketiga penumpang lainnya dibebaskan dari pesawat tersebut setelah Mustafa menyerahkan diri. Belakangan diketahui, rompi yang melingkar di perut Mustafa adalah bom palsu.
Menteri Luar Negeri Cyprus Ioannis Kasoulides mengatakan Mustafa "secara psikologis tidak stabil". Dia melanjutkan, insiden itu bukanlah terorisme namun "perilaku Mustafa sangat berbahaya."
Penyelidikan masih terus berlangsung soal insiden ini. (den)
Ben Innes berfoto bersama pembajak pesawat EgyptAir, Seif Eldin Mustafa. (Twitter/@Journo_Pau)