“Informasi mengenai pergerakan, posisi, dan kondisi para sandera dari waktu ke waktu telah kita peroleh,” ujar Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno LP Marsudi, saat memberikan pernyataan resmi di Jakarta, Kamis (31/3).
Namun, Retno tidak menjabarkan lebih lanjut mengenai kondisi 10 ABK WNI tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Badrodin Haiti, 10 orang anak buah kapal yang disandera diketahui dalam kondisi baik. Namun, militan yang berbaiat pada ISIS itu meminta uang tebusan sekitar Rp15 miliar untuk melepaskan mereka.
Retno sendiri terus berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Filipina. Menurutnya, komunikasi terakhir dilakukan pada hari ini pada pukul 08.13. Selain itu, pihak terkait lainnya juga terus berkoordinasi.
“Secara paralel, rekan-rekan saya tentunya juga melakukan komunikasi dengan para counterpart mereka. Penjajakan opsi terbaik masih terus dilakukan,” kata Retno.
“Dukungan pemerintah Filipina tentunya sangat krusial bagi upaya yang akan kita lakukan. Indonesia menghargai kerja sama yang baik yang diberikan pemerintah Filipina sejauh ini,” ucap Retno.
Retno kembali menekankan bahwa misi utama pemerintah adalah keselamatan para sandera WNI tersebut.
Tak hanya dengan otoritas terkait, Kemlu RI juga terus menjalin komunikasi dengan pihak keluarga ABK WNI tersebut. (ama)