Dalam wawancara dengan televisi Israel, Channel 2, Abbas juga memberikan detail soal keamanan domestiknya--langkah yang banyak dikritik oleh warga Palestina karena dianggap berkolaborasi dengan musuh Palestina.
"Pasukan keamanan kami mendatangi sekolah-sekolah memeriksa tas murid-murid untuk melihat apakah mereka menyimpan pisau. Anda tidak tahu ini," kata Abbas, Kamis (31/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Netanyahu mengatakan ia terbuka untuk memperbarui perundingan dan menuding Abbas menghindari perundingan ini.
Namun Abbas mengatakan dalam wawancara terbarunya bahwa Netanyahulah yang bertanggung jawab.
"Saya akan menemuinya, kapan pun. Dan saya sarankan kepadanya untuk bertemu," kata Abbas.
Sejak Oktober, penikaman oleh warga Palestina, penabrakan mobil, telah menewaskan 28 orang Israel dan dua warga AS. Di pihak Palestina, 190 orang tewas, 129 dituding Israel sebagai penyerang, dan yang lain tewas dalam bentrokan.
Sejak perundingan interim pada 1993, Abbas memerintah di wilayah otoritas Palestina di Tepi Barat. Namun pasukan Israel kini dengan bebas beroperasi di wilayah tersebut.
Netanyahu mengatakan bahwa ia akan mendukung pembentukan negara Palestina selama syarat Israel soal keamanan terpenuhi. Namun Abbas diragukan bisa menjamin keamanan di wilayah Jalur Gaza, yang kini berada di bawah kekuasaan Hamas. (stu)