Dikutip dari CNN, pasukan Suriah menemukan sebuah kuburan massal di timur laut Palmyra, dengan setidaknya 40 mayat. Kebanyakan mayat itu adalah perempuan dan anak-anak.
Seperti dilaporkan kantor berita SANA, mayat-mayat itu termasuk dalam ratusan orang yang dibunuh ISIS sejak mulai berkuasa di Palmyra pada Mei tahun lalu. Sejumlah mayat memperlihatkan tanda-tanda pemenggalan dan penyiksaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah jurnalis yang mengunjungi kota itu pada Jumat (1/4) mengatakan Palmyra tak ubahnya gurun pasir. Situs-situs arkeologi yang tadinya begitu megah, rata dengan tanah.
Palmyra termasuk kota yang kaya dengan peninggalan-peninggalan kuno dan bersejarah, sebelum dikuasai ISIS. Perserikatan Bangsa-Bangsa bahkan menetapkan kota ini sebagai situs Warisan Dunia.
Tapi ISIS telah menghancurkan sejumlah peninggalan, termasuk Arch of Triumph yang berusia 1.800 tahun, dan Kuil Baalshamin yang berusia hampir 2.000 tahun. Arch of Triumph dibangun di bawah Kaisar Romawi Septimius Severus antara tahun 193 dan 211. ISIS juga memenggal mereka yang merawat peninggalan-peninggalan tersebut.
Palmyra dikuasai oleh Romawi pada paruh pertama abad pertengahan. Kota ini memperlihatkan percampuran sejumlah kebudayaan besar. Seni dan arsitekturnya memperlihatkan perpaduan gaya Romawi, Yunani, dan Persia. (ded/ded)