Reuters pada Selasa (5/4) memberitakan, sebelumnya pemerintah China telah menyatakan pemberitaan soal bocoran itu sangat bias dan mengincar para pemimpin non-Barat.
Beberapa tautan menuju pemberitaan itu juga hilang atau hanya terbuka tentang berita atlet sepak bola yang terlibat penggelapan pajak dalam bocoran Panama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya tabloid bentukan Partai Komunis China, Global Times, dalam editorialnya mengatakan bocoran Panama adalah ulah media Barat yang didukung Amerika untuk menyerang politisi dan pemimpin di negara-negara non-Barat.
Ada jutaan dokumen Mossack Fonseca yang diselidiki oleh International Consortium of Investigative Journalists, ICIJ.
Lihat juga:Mengapa Panama jadi Surga Pencucian Uang? |
Nama-nama besar muncul dalam bocoran itu. Di China, ipar Presiden Xi Jinping, Deng Jiagui, disebut dalam salah satu dokumen.
Deng pada 2009 dengan bantuan Mossack Fonseca memiliki dua perusahaan cangkang di British Virgin Islands, bernama “Best Effect Enterprises Ltd” dan “Wealth Ming International Limited.”
Bocoran dokumen lainnya menyebut Li Xiaolin, putri dari mantan Perdana Menteri China, Li Peng.
Li Xiaolin memiliki dua perusahaan cangkang di British Virgin Island yaitu “Fondation Silo,” dan “Cofic Investments Ltd.”
Mossack Fonseca yang telah mendirikan lebih dari 240 ribu perusahaan asing untuk klien di seluruh dunia membantah melakukan pelanggaran. Perusahaan ini bahkan mengatakan bocoran itu adalah pelanggaran privasi.
Usai pengungkapan dokumen itu oleh ICIJ, beberapa negara mulai bereaksi dengan melakukan penyelidikan pengemplangan pajak dan pencucian uang, di antaranya adalah Perancis, Australia, Selandia Baru, Australia, Swedia dan Belanda. Amerika Serikat mengatakan akan mencermati bocoran itu. (stu)