Hal ini seakan menegaskan tuduhan China dan Rusia bahwa AS berada di belakang bocoran ini. Pemerintah China mengatakan, laporan yang dirilis International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) itu menargetkan para pemimpin non-Barat, sementara politisi AS tidak tersentuh. Sementara pemerintah Rusia menuding bocoran itu adalah cara untuk mendiskreditkan Putin jelang pemilihan umum.
Dari 11,5 juta dokumen Mossack Fonseca, sejauh ini hanya teridentifikasi 211 orang klien dari Amerika Serikat, yang diduga menggunakan jasa perusahaan Panama untuk membentuk perusahaan cangkang, entah untuk penggelapan pajak atau pencucian uang.
Lihat juga:Mengapa Panama jadi Surga Pencucian Uang? |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Warga Amerika bisa membuat perusahaan cangkang di Wyoming, Delaware atau Nevada. Mereka tidak perlu pergi ke Panama untuk membentuk perusahaan cangkang untuk aktivitas haram," kata Baughman.
Ekonom dan penasihat senior di Tax Justice Network, James Henry, mengatakan sejak tahun 1970-an warga AS adalah yang pertama menggunakan jasa perusahaan cangkang di luar negeri. Salah satu tujuan utama untuk menggelapkan pajak saat itu adalah Bahama, surga pajak, melibatkan ratusan nama mulai dari band rock Creedence Clearwater Revival, pemilik Hotel Hyatt hingga mafia dari Cleveland.
"Apa yang terjadi saat ini, warga Amerika sadar mereka tidak perlu pergi ke Panama. Delaware bisa membuatnya. Sebanyak 49 negara bagian kini menawarkan pembentukan LLC (perusahaan perseroan terbatas). Intinya kita punya surga industri asing di AS yang sama rahasianya dengan negara lain," kata Henry.
Menurut Forbes bahkan AS "lebih buruk dibanding Cayman Island". Laporan lembaga Tax Justice Network menyebutkan AS bahkan menolak berpartisipasi dalam pertukaran informasi otomatis global untuk data perbankan yang dicanangkan Organisasi untuk Pembangunan dan Kerja Sama Ekonomi, OECD.
Padahal bertahun-tahun lampau AS mengecam negara-negara yang membantu warga Amerika menyembunyikan uang mereka di luar negeri. Kini AS malah menciptakan pasar baru, menjadi tempat berlabuh dana asing dari seluruh dunia.
Jason Sharman, penulis buku "Global Shell Games: Experiments in Transnational Relations, Crime, and Terrorism" mengatakan AS bahkan lebih rapat dalam menyimpan identitas pemilik perusahaan dibanding negara surga pajak lainnya seperti British Virgin Island.
"Jika Anda membentuk perusahaan di British Virgin Islands, Anda harus memberitahu identitas Anda kepada orang yang membantu anda membentuk perusahaan. Tapi jika Anda membentuknya di Nevada, contohnya, tidak perlu seperti itu. Jadi Nevada lebih hebat karena lebih rahasia dibanding British Virgin Islands," ujar Sharman.
Lihat juga:China Blokir Akses Berita soal Panama Papers |
Kini mulai dari pengacara di London hingga perusahaan pialang di Swiss mulai memindahkan akun klien-klien konglomerat mereka dari Bahama dan British Virgin Island ke Nevada, Myoming atau South Dakota.
"Amerika adalah surga pajak terbesar di dunia," kata Penney. (stu)