Kelompok pemantau Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris mengatakan serangan udara, artileri dan roket digunakan dalam operasi kali ini. Tujuannya, untuk mengambil alih kota Telat al-Eis, yang direbut pemberontak beberapa hari terakhir.
Lewat sebuah pernyataan, militer Suriah dan sekutunya mengatakan mereka telah mulai menargetkan posisi kelompok-kelompok bersenjata di daerah selatan Aleppo, di dukung "serangan udara berat dan terkonsentrasi,” seperti diberitakan media milik Hizbullah, al-Manar. Mereka juga mengatakan bahwa operasi ini adalah balasan dari pelanggaran gencatan senjata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT