Juru bicara Dewan Uni Eropa, Jaume Duch Guillot mengungkapkan informasi ini pada Kamis (7/4) dalam sebuah pernyataan tanpa menyebutkan nama sang pelaku. Guillot menyatakan bahwa sang pelaku bekerja di Parlemen Eropa enam tahun sebelum dia meledakkan diri dalam salah satu serangan di Brussel.
Pada 2009 dan 2010, "salah satu pelaku serangan teroris Brussels bekerja untuk jangka waktu satu bulan untuk sebuah perusahaan pembersih yang dikontrak oleh Parlemen Eropa pada saat itu," kata Guillot.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jaksa menyatakan Laachraoui meledakkan dirinya sendiri dalam serangan di bandara dan juga diduga pembuat rompi bunuh diri untuk serangan di Paris pada November lalu yang menewaskan 130 orang.
Juru bicara Parlemen Uni Eropa menyatakan pada masa kerjanya yang singkat di parlemen, sang pelaku tidak memiliki catatan kriminal.
Reuters sebelumnya melaporkan bahwa Laachraoui dikenal di lingkungannya sebagai anak baik, pintar dan sama sekali tak menunjukkan bahwa ia telah teradikalisasi sebelum ia berangkat ke Suriah pada 2013 dan memutus kontak dengan keluarganya.
Lihat juga:ISIS Ancam London dan Roma di Video Terbaru |
Pelaku lainnya dalam serangan di Brussels adalah Ibrahim El Bakraoui, 29, yang masuk dalam daftar pengawasan teroris AS sebelum serangan di Paris November tahun lalu. Adiknya, Khalid El Bakraoui, 27, juga ditengarai menjadi pelaku dan masuk daftar itu tidak lama setelahnya.
Penyidik Belgia mengatakan, Ibrahim adalah satu dari dua pengebom bunuh diri di Bandara Zaventem, Selasa lalu. Sementara Khalid melancarkan bom bunuh diri di salah satu gerbong kereta di stasiun Maelbeek.
Di usia 20-an, Ibrahim dan Khalid memiliki catatan kriminal yang panjang.
Selain kakak-beradik ini, seorang pria yang tertangkap tayangan kamera CCTV dengan dua pembom bunuh diri yang menyerang bandara Zaventem, Brussels, Belgia teridentifikasi bernama Faycal Cheffou. (ama)