Menurut Duta Besar Vitaly Churkin, ada sekitar 100 ribu objek budaya yang dikuasai ISIS. Sebanyak 4.500 di antaranya adalah situs arkeologi yang termasuk dalam Daftar Warisan Dunia.
Penyelundupan artefak, kata Churkin, diatur oleh divisi barang antik ISIS yang setara dengan kementerian sumber daya alam di sebuah negara. Hanya mereka yang mendapatkan izin dari divisi ini yang boleh menggali, mengangkat dan memindahkan barang-barang antik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Barang-barang seperti perhiasan, koin dan barang antik hasil jarahan lainnya juga dibawa ke kota-kota Turki lainnya, seperti Izmir, Mersin dan Antalya. Di tempat ini, kelompok kriminal membuat dokumen palsu untuk menyamarkan asal benda-benda itu.
"Barang antik kemudian ditawarkan kepada kolektor dari berbagai negara, terutama lewat situs lelang di internet seperti eBay dan toko-toko daring khusus," ujar Churkin.
Belakangan, lanjut dia, ISIS memanfaatkan sosial media untuk menjual langsung barang-barang itu kepada pembeli, tidak lagi melalui perantara.
Lihat juga:Militer Suriah Lancarkan Serangan ke Aleppo |
"eBay tidak memiliki kepentingan sama sekali dari barang-barang budaya yang bersejarah dalam situs kami. Saat ini kami tengah menyelidiki laporan tersebut," ujar pernyataan eBay. (den)