Seperti diberitakan CNN, Kamis (7/4), "kapal induk super" ini dibuat dengan dana hampir US$13 miliar atau lebih dari Rp170 triliun. Sean J. Stackley, pejabat tinggi Angkatan Laut AS mengatakan, kapal induk yang telah dibangun sejak tahun 2009 itu telah 97 persen selesai.
Lihat juga:Fidel Castro Muncul di Depan Publik |
Kapal itu disebut sebagai yang termahal yang pernah dibuat oleh AS. Nama kapal induk itu diambil dari presiden ke-38 AS yang meninggal dunia tahun 2006. Ford pernah menjabat sebagai perwira Angkatan Laut di kapal induk USS Monterey pada Perang Dunia II dan pensiun dengan pangkat letnan jenderal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapal Induk Gerald R. Ford mengalami peningkatan performa yang signifikan dibanding kapal induk sebelumnya dari kelas Nimitz.
Laksamana AL Jonathan Greenert saat memperkenalkan USS Ford tahun 2013 mengatakan kapal induk ini akan membawa pesawat tempur, drone, dan memiliki senjata laser.
Model tiga dimensi USS Gerald R. Ford (CVN 78) (Dok. Huntingtoningalls.com) |
Angkatan laut memperkirakan, sistem ini akan membuat AL berhemat hingga US$4 miliar untuk ongkos operasi hingga 50 tahun ke depan.
Kapal induk baru
Stackley mengatakan, kapal induk lainnya dari kelas Ford juga tengah dibuat. Di antaranya adalah USS John F. Kennedy (CVN 79), yang telah rampung 18 persen per Maret tahun ini dan akan melaut pada 2020.
Kapal induk ketiga dari kelas Ford, USS Enterprise (CVN 80), akan mulai dibuat pada 2018.
Armada baru diperlukan untuk mengganti kapal selam rudal balistik kelas-Ohio, sembilan kapal selam serang kelas-Virginia, 10 kapal perusak kelas-Burke, dan beberapa kapal kecil permukaan.
Target AL AS adalah memiliki armada perang Angkatan Laut yang terdiri dari 308 kapal pada 2021, berdasarkan laporan Stackley. (stu)
Model tiga dimensi USS Gerald R. Ford (CVN 78) (Dok. Huntingtoningalls.com)