Dikutip Reuters, Jumat (8/4), penyelidikan dilakukan oleh Badan Anti Pencucian Uang Thailand, AMLO, untuk mencari tahu adanya praktik pencucian uang dan penggelapan pajak oleh orang-orang tersebut.
Dari 11,5 juta dokumen firma hukum Panama, Mossack Fonseca, yang bocor terdapat 780 individu asal Thailand di dalamnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bocoran yang dikenal dengan nama Panama Papers ini telah menyeret nama-nama besar dunia, seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Xi Jinping dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.
Korban pertama dari bocoran ini adalah Perdana Menteri Islandia Sigmundur Davíd Gunnlaugsson yang memutuskan mundur setelah dana offshore miliknya di luar negeri terbongkar. Demonstrasi besar ribuan orang di Islandia tengah berlangsung, menuntut pemerintah dibubarkan dan digelar pemilu baru. (den)