Saksi mata di permukiman Breakfast Point yang dikutip The Daily Telegraph mengaku mendengar teriakan wanita sebelum jasad Miming ditemukan polisi.
"Jangan bunuh saya, jangan bunuh saya," kata saksi menirukan teriakan yang dia dengar saat itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sangat mencekam, saya mendengar tiga kali teriakan. Pagi ini saya mendengar di berita seorang wanita ditemukan dibunuh di sungai dekat Breakfast Point," kata Langton dalam akun Facebooknya.
Polisi Mark Jones mengatakan mereka menemukan jasad Miming dalam keadaan tanpa busana di Sungai Parramatta. Di dekatnya ada pelaku, yang juga tanpa busana, Khanh Thanh Ly.
Ly sempat mencoba kabur namun berhasil diringkus polisi. "Pria ini berdiri dekat wanita tersebut di tepi air. Keduanya dalam keadaan telanjang," kata Jones.
"Dia [Miming] mengalami luka baret di bagian wajahnya dan luka-luka lainnya."
Detektif meyakini Ly menjemput Miming yang baru saja kembali ke Australia setelah pulang ke Indonesia. Miming tinggal di rumah dua lantai di Cabarita.
Ly disebut memiliki hubungan dengan jaringan penyelundup narkotika Bali Nine.
Pihak Konsulat Jenderal Indonesia telah menerima laporan dari kepolisian Australia soal pembunuhan Miming. Keluarga korban juga telah diberitahu dan datang ke Australia.
"KJRI akan terus berkordinasi dengan pihak polisi dan keluarga utk memberi bantuan yang diperlukan," kata Iman Havid Wakil Konsul Jenderal RI di Sydney kepada CNN Indonesia, Sabtu (9/4). (den)