Komando Pusat Angkatan Udara AS terakhir kali menerbangkan jet tempur pengebom jarak jauh itu dalam operasi di wilayah tersebut pada bulan Mei 2006, sebagai bagian dari perang di Afghanistan. Jet tempur itu juga dipakai selama sesi latihan militer yang dipimpin AS di Yordania pada Mei 2015.
Daesh merupakan nama lain yang digunakan untuk menyebut kelompok militan ISIS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:ISIS Beli Senjata Api Lewat Facebook |
Brown menyatakan jet tempur ini akan dapat memberikan presisi senjata dan melaksanakan berbagai misi, termasuk serangan strategis, dukungan udara jarak dekat, pemblokiran udara dan operasi maritim.
Karns menyatakan jet tempur ini akan memungkinkan pasukan AS untuk menjatuhkan satu atau dua amunisi di suatu wilayah, ketimbang menggunakan bom karpet.
"Akurasi sangat penting dalam perang ini. Karpet bom tidak akan efektif dalam operasi kami karena Daesh bukan merupakan kelompok dengan massa yang besar [di markasnya]. Seringkali, mereka berbaur dengan. Kita selalu berupaya meminimalkan korban sipil," katanya. (ama)