Diberitakan Reuters, Kementerian Luar Negeri China pada Selasa (12/4) mengatakan G7 seharusnya bersikap netral dan tidak mengangkat isu sengketa perairan itu.
China mengatakan, G7 seharusnya fokus pada perekonomian global dan kerja sama mengatasi ekonomi dunia yang melemah, bukannya menambah masalah dengan ikut campur dan memprovokasi isu perairan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
China mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan yang diyakini kaya minyak dan gas dan jalur perdagangan senilai US$5 triliun per tahun. Pemerintah Beijing juga dilaporkan membangun pulau untuk pangkalan militer di terumbu karang yang juga diklaim oleh Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam. Di Laut China Timur, pemerintah Beijing bersitegang dengan Jepang dalam perebutan wilayah.
China menegaskan siap menyelesaikan sengketa melalui perundingan dengan negara-negara pengklaim lainnya sesuai dengan hukum internasional dan fakta-fakta sejarah, demi menciptakan perdamaian dan stabilitas, namun tanpa merusak kedaulatan mereka.
Pernyataan Kemlu juga menegaskan sikap China yang menolak campur tangan asing dan upaya membawa masalah ini ke pengadilan internasional.
"Kami mendesak negara anggota G7 menghormati sepenuhnya upaya negara-negara di kawasan, menghentikan komentar dan tindakan yang tidak bertanggung jawab, dan memainkan peran yang konstruktif bagi perdamaian dan stabilitas regional," ujar Kemlu China. (den)