Salah satu bandara tersibuk di Eropa mulai dibuka kembali pada 3 April lalu, setelah beberapa waktu sempat tutup akibat serangan bom bunuh diri kelompok militan ISIS pada 22 Maret lalu.
Namun, bandara ini kemudian kembali ditutup karena aksi mogok petugas pengendali udara pada Selasa (12/4). Para pemimpin kelompok buruh menyerukan pemogokan kerja ini karena terdapat perbedaan pendapat soal upah, termasuk soal kenaikan batas minimum usia pensiun.
Lihat juga:Bandara Brussels Kembali 'Lumpuh' |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, juru bicara untuk Bandara Brussels menyatakan sekitar 50 penerbangan dibatalkan sampai tengah hari pada Rabu, dari sekitar 400 penerbangan yang dijadwalkan.
Namun, kondisi ini tidak berpengaruh pada bandara terbesar kedua Belgia di Charleroi.
Aksi pemogokan petugas lalu lintas udara menuai kritik dari IATA, asosiasi perdagangan penerbangan utama dunia, yang menilai aksi ini "pukulan" bagi sejumlah maskapai dan staf bandara. (ama/stu)