Kejadian itu juga menewaskan tiga orang dari pihak kelompok militan yang berhubungan dengan ISIS sendiri.
"Dengan rahmat Tuhan kami berhasil meledakkan tujuh truk yang membawa tentara," demikian pernyataan yang dilontarkan ISIS terkait kejadian itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Militer menerangkan, pasukannya telah melancarkan serangan terhadap benteng pertahanan ISIS di sebuah pulau bernama Basilan. Kelompok militan itu dipimpin pemberontak yang "populer" di Amerika.
Amerika Serikat bersedia memberi hadiah sampai US$5 juta kepada yang berhasil menangkap pemimpin pemberontak itu.
Pada Maret 2014, diketahui pemerintah Filipina menandatangani perjanjian damai dengan kelompok pemberontak Muslim terbesar, Moro Islamic Liberation Front.
Dalam perjanjian itu tertulis, pemerintah akan mengakui otonomi di bagian selatan. Kedua pihak juga sepakat mengakhiri konflik yang telah berjalan selama 45 tahun dan menewaskan 120 ribu serta "menelantarkan" dua juta orang. (rsa/rsa)